sesait community photo

 photo dewaapi2.gif

 photo dewaapi2.gif

Kamis, 21 Februari 2013

Terabaikan, Situs Sejarah Telapak Kaki Terbesar di Dunia

Kayangan,---  Antara percaya dan tidak, jika kita tidak menyaksikan secara langsung penampakan bekas telapak kaki dengan ukuran panjang 4 meter dan lebar 2 meter yang ditemukan baru-baru ini.
Awalnya bekas telapak kaki yang menempel di atas batu tebing sungai Cempogok, ditemukan secara tidak sengaja oleh Himpunan Bajang Adat Wet Sesait (Munajat-Sesait), Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Bebrapa anggota DPRD, Tokoh Masyarakat dan Himpunan Bajang Wet Sesait, saat meninjau lokasi situs bersejarah (Telapak kaki terbesar) di Sesait
“Benar, kami menemukannya secara tidak sengaja, ketika kami sedang mengadakan pendataan situs-situs budaya dan sejarah Wet Adat Sesait, menjelang dilaksanakannya Maulid adat Nabi Muhammad SAW,” ujar Hamdan Wadi, Ketua Umum Munajat-Sesait kepada suarakomunitas.net, saat meninjau lokasi bersama Wakil Ketua I DPRD KLU dan  Anggota Komisi I DPRD KLU, serta bersama tokoh-tokoh adat Sesait, serta beberapa media massa, Senin (13/6/2011).
Situs telapak kaki Datu Keling ini, untuk pertama kalinya juga pernah dimuat di suarakomunitas.net awal Januari 2011 lalu. Disamping bekas telapak kaki Datu Keling yang ditemukan ditebing sebelah kiri montong cempogok tersebut, ada juga situs bekas duduk ketika istirahat berburu dan telapak kaki kudanya Datu Keling yang lokasinya tidak jauh dari situs telapak kaki tersebut.
"Di situs ini pula kita dapat saksikan bekas aliran air kencing Datu Keling, yang masih terlihat jelas menempel di atas batu kawasan batu kelat lante, sekitar 200 meter kearah selatan situs telapak kaki,"terang Masidep, yang juga tokoh perbekel adat wet sesait ini.
Sampai dengan berita ini diturunkan, pencarian situs-situs sejarah oleh pemerhati penulis sejarah yang tersebar diwilayah Kayangan, masih terus dilakukan. Sehingga sebagian besar situs-situs sejarah yang pernah jaya dan ada dimasa silam, bukti-buktinya hampir rampung dikumpulkan,
Menrut keterangan tokoh Adat KLU, Djekat S.Sos. yang juga anggota DPRD KLU, bahwa bekas telapak kaki ini erat kaitannya dengan cerita rakyat atau dongeng masyarakat Sesait, yaitu kisah perjalanan Teruna Keling (Datu Keling).
Konon ceritanya Datu Keling pernah berwasiat kepada Kaula Balanya (Rakyat) jika suatu saat dia akan menghilang maka dia akan meninggalkan bekas telapak kakinya. Sangat besar kemungkinan, jika bekas telapak kaki ini adalah jejak Datu Keling seperti yang diwasiatkan.
Hal ini juga, dibenarkan oleh Juru Tulis Pembekel Adat Wet Sesait, Masidep,S.Pd. Ia menambahkan bahwa kisah perjalanan Datu Keling diabadikan dalam cerita Cupak Gurantang. Konon ceritanya, Teruna Kling memiliki dua orang putra. Putra pertamanya bernama Cupak yang berkarakter rakus dan sombong sedangkan putra keduanya bernama Gurantang adalah sosok yang lembut, baik hati, jujur dan patuh kepada orang tua. Sehingga kisah cupak gurantang diabadikan dalam bentuk drama oleh masyarakat, ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD KLU, Syarifudin SH. Ketika mengunjungi lokasi mengungkapkan bahwa situs sejarah ini merupakan penemuan yang mampu menghebohkan dunia, karena belum pernah sepanjang sejarah kita menemukan Bekas telapak kaki berukuran besar seperti ini.
Tapi, lanjutnya untuk membuktikan kebenaran sejarah dan keaslian bekas telapak kaki manusia, kita harapkan para arkeolog untuk mengkaji secara ilmiah, disamping itu kami akan mendesak Pemkab KLU untuk  berkoordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata Wet Adat Sesait, dalam melakukan Pembenahan Tempat sebagai upaya revitalisasi potensi budaya, sehingga para pengunjung dapat dengan mudah mengakses tempat ini.

0 komentar:

kalau anda termasuk orang yang kreatif tinggalkan pesan !!

--[[Formulir Kontak]]--

Nama

Email *

Pesan *

Ditulis Oleh : ~ Blog Trik dan Tips

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul ,, Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk anda ....

:: Thank you for visiting ! ::